Ki Utoro Widayanto.....dalang muda kelahiran Tegalsari Sleman adalah salah satu dalang yang mempunyai kelebihan dalam olah sabet dan gerak wayang. Bersama Ki Suharno, dalang muda kelahiran Lampung, tapi sekarang tinggal di Sewaon Bantul, yang handal dalam olah sanggit dan dramtisasi wayang, pada tanggal 23 April 2011 berkolaborasi, pentas bersama dengan 2 kelir di Museum Perjuangan yogyakarta dengan lakon Jumenengan Parikesit. Penyajian 2 kelir ini dikonsep dengan model interaktif, artinya kedua dalang tidak berdiri sendiri dalam tiap2 adegan, tapi menyatu dalam adegan dengan masing2 dalang berdialog sesuai dengan karakter wayang yang dibawakan. Dengan garap iringan dan sanggit wayang yang dinamis, kreatif dan sarat denganterobosan2 baru pakeliran gaya Yogyakarta, pentas kali ini mampu menyita perhatian warga kota Yogyakarta, yang selama ini berasumsi bahwa pakeliran gaya Yogyakarta itu menjemukan, nglangut dan kurang menarik. Akan tetapi pentas kemarin membuktikan, dengan persiapan yang matang, terkonsep dan membebaskan penyaji untuk mengeluarkan ide2 kratifnya, maka wayang gagrak Yogyakrta bisa disajikan dengan menarik dan dinamis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar